
BERAU – Pemandangan memprihatinkan terlihat di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Puluhan murid SD terpaksa menjalani proses belajar-mengajar di bawah naungan terpal seadanya dengan fasilitas serba terbatas. Kondisi ini harus mereka jalani setiap hari akibat bangunan sekolah yang layak tak kunjung dibangun.
Penyebab utama dari mangkraknya fasilitas pendidikan ini adalah terganjalnya status kepemilikan lahan. Proyek pembangunan gedung sekolah baru tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah lantaran lahan yang dituju masih bersengketa atau belum mengantongi status hukum clear and clean dari pemilik tanah maupun pihak terkait.
Dampak dari situasi ini sangat dirasakan oleh para siswa dan tenaga pengajar. Ketika cuaca panas terik, udara di bawah tenda terpal menjadi sangat menyengat dan mengganggu konsentrasi belajar. Sebaliknya, saat hujan deras turun, proses pembelajaran kerap kali terpaksa dihentikan total karena air tergenang dan membasahi buku-buku pelajaran.
Kondisi tersebut memicu rasa keprihatinan mendalam dari para orang tua murid dan masyarakat setempat. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Berau beserta Dinas Pendidikan untuk segera mengambil langkah cepat dan mencarikan solusi konkrit, baik melalui pembebasan lahan, opsi relokasi sementara yang layak, maupun mediasi hukum demi hak pendidikan anak-anak.
Pemerintah daerah diharapkan tidak membiarkan masalah sengketa lahan ini berlarut-larut hingga mengorbankan masa depan anak didik. Kejelasan status lahan serta percepatan pembangunan gedung sekolah baru menjadi prioritas mendesak agar anak-anak di Berau dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
0 Komentar