Di Tengah Reruntuhan, Warga Kumamoto Menanti Kabar Keluarga Pascagempa 7,1

Di Tengah Reruntuhan, Warga Kumamoto Menanti Kabar Keluarga Pascagempa 7,1

Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 16.27 waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang mencatat pusat gempa berada di wilayah Kumamoto pada kedalaman 16 kilometer, dengan guncangan maksimum mencapai level 7 dalam skala intensitas Jepang di Kota Uki dan Hikawa. Hingga Rabu, 29 Juli 2026, sedikitnya satu orang telah dipastikan meninggal dunia, sementara lebih dari seratus warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Jumlah korban dikhawatirkan masih bertambah karena operasi pencarian terus dilakukan di sejumlah bangunan yang runtuh. Sekitar 20 hingga 30 pekerja sempat dilaporkan belum diketahui keberadaannya setelah ledakan dan keruntuhan sebagian pusat perbelanjaan besar di Kashima. Di sebuah pabrik kertas di Kota Yatsushiro, dua orang ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sembilan pekerja lainnya dilaporkan belum ditemukan setelah cerobong pabrik roboh.

Rumah sakit di wilayah terdampak menerima puluhan pasien, termasuk korban dengan kondisi serius. Sedikitnya 43 fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan atau gangguan operasional berupa listrik padam, terputusnya pasokan air, serta kerusakan pada fasilitas rumah sakit. Kondisi tersebut membuat proses perawatan semakin berat, terutama karena suhu di Kumamoto diperkirakan mencapai sekitar 34 derajat Celsius dan ribuan rumah masih belum mendapatkan aliran listrik.

Kerugian material belum dapat dihitung secara pasti, tetapi kerusakan sementara mencakup rumah dan bangunan yang runtuh, pusat perbelanjaan yang rusak berat, jalan raya retak, jembatan rusak, cerobong pabrik ambruk, serta sebagian dinding batu Kastel Kumamoto yang kembali runtuh. Sekitar 48.000 rumah sempat kehilangan pasokan listrik, sementara perjalanan kereta cepat dan kereta lokal dihentikan, penerbangan dibatalkan atau dialihkan, dan sejumlah pabrik otomotif serta semikonduktor menghentikan operasinya. Pemerintah Jepang belum mengumumkan nilai resmi kerugian dalam yen.

Di tengah reruntuhan dan suara gempa susulan, ratusan ribu warga diperintahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sekitar 3.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang dikerahkan untuk mendukung pencarian korban dan penanganan bencana. Bagi keluarga yang masih menunggu kabar orang-orang terdekatnya, setiap jam menjadi penantian panjang, sementara petugas terus menyisir puing-puing dengan harapan menemukan korban dalam keadaan selamat.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/di-tengah-reruntuhan-warga-kumamoto-menanti-kabar-keluarga-pascagempa-71

Posting Komentar

0 Komentar